10 April 2010

Rasa ini...

Akhir-akhir ini aku sering merasa lelah. Keringatku keluar lebih deras. Dadaku sering sakit. Kepalaku pusing bukan main. Telingaku kadang-kadang hampir tidak berfungsi. Seperti tanda-tanda orang kena heatstroke, tifus, atau migrain. Tapi sepertinya bukan. Dalam riwayat kesehatanku dan keluargaku tidak pernah ada penyakit-penyakit aneh seperti itu. Paling banter masuk angin, panas dalam, flu, dan batuk. Kucoba telusuri lebih dalam, sebenarnya apa yang tengah terjadi. Kucari simptom-simptom (gejala) yang senada dengan yang kualami-ditambah gejala psikologi lainnya-mungkin aku bisa menemukan penyakit yang kuderita saat ini.

Pencarian kumulai di dunia maya. Seperti biasa kupakai jasa mbah Google. Dapat! Kubaca sekilas.
Keringat mengucur deras, cepat lelah, kepala suka pusing adalah gejala yang dialami wanita saat menopause.
Wew! bukan, bukan ini. Pencarian kuteruskan. Nah ini dia! Kutemukan gejala yang mirip dengan yang kualami di forum Viva News.
Nah, berikut ini ada beberapa sumber/faktor yang jadi penyebab sakit kepala (pusing, pening,
migrain, stress) itu antara lain yaitu:
1. Sakit kepala akibat tekanan perasaan/emosi. Sakit kepala ini muncul akibat tekanan macam-macam perasaan yang meledak seperti: terlalu histeris/shock berat, dll dan tentu saja (pepatah humor) "Jangan marah nanti cepat tua".
2. Sakit kepala akibat penyakit dan haid. Banyak sekali penyakit (menyerang dalam tubuh seperti: darah tinggi, kelebihan kolesterol, jantung, dll) yang bisa menyebabkan sakit kepala, selain itu (dari luar tubuh) pula seperti: kutu, ketombe, sakit gigi bisa menyebabkan sakit kepala. Sedangkan Haid ini bukanlah penyakit, ini adalah suatu proses alamiah dalam tubuh perempuan (wanita) dewasa.
3. Sakit kepala akibat capek/kelelahan. Aktifitas kerja yang berlebihan, serta perjalanan jauh yang melelahkan (bila tidak tahan, juga dapat menimbulkan sakit kepala.
4. Sakit kepala akibat alergi makanan, minuman, dan lain-lain. Seperti: tidak tahan minuman keras, bir, kebiasaan obat-obatan, bau-bauan tidak enak, dan lain-lain.
5. Sakit kepala akibat ketegangan seperti; Keram kepala, benjol, kesalah an melakukan aktifitas olahraga, posisi tidur yang salah, kecelakaan olahraga.
Nampaknya aku menemukan jawabannya. Semua rasa yang aku alami itu bukan karena penyakit khusus. Namun karena stress yang akhir-akhir ini memang menjangkiti pikiran dan psikologiku. Ada banyak penyebab stress itu, salah satunya adalah tekanan perasaan untuk bisa mandiri secara finansial. Bukan hanya untuk persiapan menuju the biggest event in life,  tapi juga ini adalah tuntutan keluarga. Ayahku bisa dibilang sudah tidak bekerja. Sekarang orangtuaku hanya mengandalkan uang sewa kontrakan yang besarnya tidak seberapa. Oleh karena itu, akhir-akhir ini aku sering merasa tertekan. Namun tak perlu khawatir, aku punya tip untuk menyisiasatinya. Kini aku menambah membaca La Tahzan, menikmati jutaan bintang di langit, dan menangis di hadapan-Nya di setiap dan setelah shalatku ke dalam daftar hobiku yang baru. Aku juga mulai fokus pada orientasi hidupku untuk menjadi seorang muslim-entrepreneur.

Semoga Allah memberikanku ketabahan dan keistiqomahan dalam menjalankan semua aktivitas dan amanahku.

03 Maret 2010

I'm come back...!!!

Banyak teman kuliahku yang bertanya, "Wang, lo dah punya blog belum?" Bingung juga jawabnya. Punya sih, tapi sudah 1 tahun nggak update. Bisa dibilang hampir sama dengan belum punya, sama-sama nggak punya isi. Malu juga sih awalnya.. tapi dipikir-pikir ngapain juga mesti malu? Justru sekarang lah saatnya aku harus aktif ngeblog lagi, yang satu dekade belakangan ini jadi perbincangan banyak orang. Gimana nggak? media ini cukup efektif bagi para ksatria pena (baca: penulis) untuk mempublikasikan tulisannya ke banyak orang. Tinggal ketik dan publish, JRENG! tulisan kita sudah bisa dibaca oleh hampir 2 juta pengguna internet di Indonesia. Pokoknya okelah blog ini!
Makanya mulai saat ini aku harus aktif lagi ngeblog! Hidup blogger!
Kunjungi juga blog satuku ini backpacker-sejati.blogspot.com
 

14 Mei 2008

12 Mei 2008

"Bunker!" "Siaaap!"
Sebelum berangkat menuju Jakarta, kami harus 'turun' dulu lebih kurang tiga seri. Slayer merah yang kami kenakan, kami peroleh dari main 'kejar-kejaran' dengan salah satu komandan kami, Eka. Di slayer itu tertulis 'Garda Pejuang IPB', yang berarti kami bunker dalam aksi ini. Tugas bunker sangatlah mudah, hanya membuat sebuah benteng manusia yang kokoh yang siap menghadapi pentungan-pentungan polisi. Kepala berdarah adalah hal biasa. Lebih dari itu kami siap mengahadapinya, tertembak misalnya. Kami dikelompokkan ke dalam satu bus. Tak henti-hentinya mental kami digojlok. "Keluarkan sebuah kertas! Tulis pesan terakhir kalian. Bubuhkan nomor telepon yang bisa dihubungi. Seandainya kalian mati, tulisan itu akan sampai di tangan yang kalian tuju." Itulah komando dari Jendral Lapangan Wahyu. Tiada henti-hentinya kami berzikir dalam hati. Lantunan ayat-ayat suci Al Quran terus menggaung di dalam bus yang kami tempati, bus enam. Kami membayangkan seandainya kami mati di medan jihad ini. Aksi ini kami niatkan jihad fi sabilillah. Jikalau mati pun, kami berharap syahid.


Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu'alaikum warahmatullah

Ayah Ibu maafkan ananda atas segala kesalahan ananda selama ini. Jikalau ayah ibu menerima surat ini, berarti ananda sudah tiada. Insya Allah ananda mati syahid. Masuk surga tanpa dihisab bersama para Nabi dan Rasul. Apa yang ananda lakukan saat ini adalah jihad fi sabilillah, semata-mata mengharap ridha Allah. Ananda juga mohon maaf tidak bisa melaksanakan kewajiban-kewajiban ananda sebagai seorang anak. Sampaikan pula permintaan maaf ananda kepada kakak dan adikku tercinta, serta kerabat-kerabat lainnya. Satu hal lagi, tolong selesaikan urusan utang-piutang ananda.
Terima kasih ayah ibu, ikhlaskan anakmu ini.

Salam Penuh Cinta
12/05/2008



Awang Darmawan

Terima Kasih

Terima kasih atas kunjungannya, sampai jumpa lagi..